Pertanian

Tani Akur Sinergikan Petani Milenial Genjot Produksi Berwirausaha

TASIKMALAYA-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melalui Program YESS melakukan kegiatan Business Talkshow Pojok Kredit Millenial Agriculture Forum Edisi Tani Akur dengan Tema “Akses Permodalan Usaha Menggunakan Dana CSR” yang diselenggarakan offline di BPP Padakembang Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat dan online melalui zoom meeting pada Rabu, (18/10/2023).

Kegiatan ini di buka oleh Rudi Hartono, selaku Plh. Direktur Polbangtan Bogor secara online dihadiri juga Idha Widi Arsanti selaku Kepala Pusat Pendidikan Pertanian dan Project Manager Program YESS PPIU Jawa Barat Aminudin.

Bincang bisnis kali ini dikemas dengan mendatangkan Narasumber dari Dinas Bagian Perekonomian & Administrasi Pembangunan Setda, Bappelitbangda, Manager Sentra UMKM Bank BJB, Korluh BDSP, Offtaker, Local Champion, Mobilizer, Fasmud, CPM/PM.

Advertisement

Dimas Ardy Prasetyo selaku Manager Sentra UMKM Bank BJB mengatakan bahwa corporate social responsibility di Bank BJB memiliki 3 kategori, yaitu pendidikan, kesehatan, Lingkungan sosial
“Kita tidak bisa tiba tiba memberi CSR, jadi tetap harus koordinasi dengan pemerintah setempat. BJB di tunjuk sebagai pojok kur. Didalam pertanian itu ada beberapa hal yang harus diketahu, biasanya pihak perbankan melihat pada 3 hal, yaitu masa lalu (usaha dia masa lalunya seperti apa), Proyeksi masa depannya seperti apa. Petani Pasarnya harus jelas. Terkait proposal bisnis, ketika melakukan kunjungan pada nasabah hal pertama yang ditanya pada nasabah usahanya adalah apa”, ujar Dimas.

Dimas menambahkan bahwasanya hal penting dalam usaha adalah managemen usahanya. “Setiap hari jumat bank BJB selalu memembuat kelas. Uang yang BJB salurkan buat dana hibah tetapi uang dari masyarakat yang digulirkan lagi untuk dana kredit. Sampai-sampai 100 tidak ada agunan, jadi teman-teman petani tidak perlu memberi agunan. BJB pernah melakukan kerjasama dengan pemerintah Jawa Barat yaitu Program Mesra untuk Kredit Mesra tanpa bunga, tanpa agunan, harus berkelompok minimal 5 orang, pembayarannya berdasarkan siklus. 1 orang maksimal 5 juta”, papar Dimas.

Yul Harry Bahar, selaku Deputi Komponen YESS PPIU Jawa Barat mengatakan bahwa bisnis talkshow ini merupakan suatu pembelajaran dan informasi. “Dalam YESS itu komponen 3 adalah akses permodalan. Memang dalam program yess dirancang tidak seperti program perkembangan pertanian biasanya, kalau perkembangan pertanian biasanya dilaksanakan melalui kegiatan program ada program ada bantuan pada masyarakat ada banuan pemerintah. Dalam Program YESS masyarakat dididik agar dapat mengakses ke program permodalan bukan dengan meminta-minta modal, agar dapat merubah paradikma pemuda agar tidak mengakses ke program pemerintak tetapi beralih ke program permodalan”, pungkas Yul. (wsd)

Advertisement
Share

Recent Posts

Dedie Rachim Temui Pendemo Sopir Angkot di Balai Kota Bogor, Massa Desak Pemkot Hentikan Razia

BOGOR - WARTA BOGOR - Wali Kota Bogor Dedie Rachim menemui para sopir angkot yang…

7 hours ago

Dishub Kota Bogor Tilang 962 Angkot Tua, 818 Unit Masih Diburu

BOGOR - WARTA BOGOR - Jumlah angkutan kota atau angkot berusia di atas 20 tahun…

14 hours ago
Advertisement

Pemprov Jabar Targetkan Anak Tidak Sekolah Nol pada 2029

BANDUNG - WARTA BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh anak di Jawa Barat…

15 hours ago

Komnas HAM ungkap Anggaran Pelanggaran HAM Berat 2027 Rp 0, Ini Penjelasannya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai pagu anggaran…

1 day ago

Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi, DPR Soroti Kinerja dan Pengawasan BGN

JAKARTA - WARTA BOGOR - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti kasus keracunan program Makan Bergizi…

1 day ago

IFAD Kunjungi Polbangtan, Tinjau Keberhasilan YESS dan Penjajakan Program YESSI

BOGOR-WARTA BOGOR – Keberhasilan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dalam mendorong kemandirian…

1 day ago