Umum

Tips Batasi Asupan Gula pada Anak

Tips Batasi Asupan Gula pada Anak

WARTABOGOR.id -Gula tambahan adalah gula dan sirup yang ditambahkan selama pemrosesan suatu makanan.

Bentuk gula tambahan ini bisa berupa madu, atau pemanis buatan seperti sirup jagung fruktosa tinggi.

Advertisement

Apabila anak diberi makanan yang tinggi gula tambahan, maka anak berisiko mengalami masalah kesehatan, termasuk obesitas, penyakit kardiovaskular, dan kerusakan gigi.

Berikut adalah sejumlah tips bagi orangtua untuk membatasi asupan gula pada makanan anak.

1. Periksa label makanan
Periksa jumlah gula tambahan pada label makanan dan minuman sebelum dibeli.

Advertisement

Label pada kemasan makanan biasanya mencantumkan jumlah gula total dan gula tambahan.

Sebagai contoh, satu porsi susu cokelat 220 gram mengandung 15 gram gula tambahan. Sedangkan susu sapi biasa tidak memiliki kandungan gula tambahan.

2. Memilih minuman yang lebih sehat
Ganti minuman manis dengan air atau susu dari ASI, susu formula, atau susu lain.

Advertisement

Sebaiknya, batasi asupan minuman manis pada anak seperti soda, minuman buah, jus yang tidak mengandung 100 persen buah, minuman berenergi, atau teh manis.

3. Tidak menambahkan gula pada makanan
Ketika menyiapkan makanan untuk si kecil, ingatlah untuk tidak menambahkan gula.

4. Mewaspadai nama lain gula
Beberapa makanan kemasan memiliki kandungan pemanis di dalamnya, namun tidak mudah dikenali.

Advertisement

Pada label kemasan, periksalah nama-nama seperti sirup jagung fruktosa tinggi, konsentrat jus buah, gula tebu, pemanis jagung, laktosa, glukosa, sukrosa, dan sirup maple. Itu semua adalah nama lain gula.

5. Berhati-hati saat membeli makanan kemasan
Saat membeli makanan dan minuman kemasan di toko untuk anak, seperti sereal kering atau makanan bayi, pastikan makanan tersebut hanya mengandung sedikit gula, atau tidak ditambahkan gula sama sekali.

6. Biasakan anak untuk membatasi gula
Berikan anak sayuran yang memiliki rasa tawar atau pahit. Anak kecil harus dibiasakan untuk mengonsumsi makanan tertentu sekitar 30 kali sebelum mereka menyukai makanan itu. (Kompas.com)

Advertisement
Share

Recent Posts

Kontingen Polbangtan Bogor Torehkan Prestasi di Agripolyfest 2026 Polbangtan Malang

MALANG-WARTA BOGOR – Kontingen mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor berhasil menorehkan berbagai prestasi membanggakan…

4 hours ago

Polbangtan Kementan Gelar Sidang Terbuka Senat Dies Natalis ke-8, Perkuat Inovasi dan Regenerasi Petani Menuju Swasembada Pangan

BOGOR-WARTA BOGOR– Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis…

5 hours ago
Advertisement

Polbangtan Kementan Gelar Seminar Nasional Dies Natalis ke-8, Dorong Pertanian Cerdas untuk Swasembada Pangan Berkelanjutan

BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menyelenggarakan Seminar Nasional dalam rangka Dies Natalis…

5 hours ago

Pemerintah dan DPR Sepakati 61 Program Prioritas dalam RAPBN 2027

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah bersama DPR melalui panitia kerja (Panja) penyusunan rancangan awal…

6 hours ago

Muharram Ceria, LAZ Ummul Quro Bogor Hadirkan Kebahagiaan untuk Anak Yatim dan Dhuafa

BOGOR-WARTA BOGOR – Menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Ummul Quro…

10 hours ago

Dishub Bogor Nonaktifkan Dua Bus Stop Biskita Usai Didemo Sopir Angkot

BOGOR - WARTA BOGOR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menonaktifkan sementara dua bus stop…

10 hours ago