Kota Bogor

Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas, Tiga Lampu Merah di Simpang Ekalokasari Bogor Diubah Jadi Mode Flashing Traffic Light

BOGOR – WARTA BOGOR – Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Satlantas Polresta Bogor Kota mulai melakukan simulasi pengaturan lalu lintas di Simpang Ekalokasari, Kota Bogor pada Jumat (1/8/2025), dengan mengubah tiga lampu merah yang sebelumnya mengatur arus kendaraan kini diberlakukan mode flashing traffic light atau berkedip.

Tujuan diberlakukan simulasi ini untuk memperlancar pergerakan kendaraan dan mengurangi waktu tunggu di simpang.

Artinya pengendara yang hendak berputar dari Jalan Pajajaran menuju Jalan Siliwangi tidak lagi mesti berhenti, semua diarahkan untuk melaju terus skema itu juga berlaku untuk arah sebaliknya.

Advertisement

Kebijakan ini merupakan bagian dari uji coba sistem space sharing di bundaran Ekalokasari, Kota Bogor, pengendalian arus kendaraan kini tak lagi bergantung pada lampu merah.

“Awalnya pengendalian dilakukan dengan traffic light, tapi terjadi delay stop yang membuat waktu perjalanan masyarakat tertunda,” ujar Kepala Dishub Kota Bogor, Sujatmiko.

Menurutnya, sistem bundaran sebelumnya tidak bisa difungsikan optimal karena banyaknya pergerakan kendaraan yang saling bersilangan, kini pengaturan ulang dilakukan dengan memperbesar radius tikungan di area bundaran.

Advertisement

Sujatmiko menjelaskan pihaknya juga menambah area gelombang (waving area) dan memasang perangkat pembatas agar kendaraan bergerak lebih tertib.

Uji coba sistem baru ini akan berlangsung hingga Senin, 4 Agustus 2025 sebelum akhirnya dievaluasi.

Dengan diberlakukannya mode flashing, pengendara tetap diminta waspada dan tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, arus lalu lintas diarahkan agar tetap mengalir tanpa berhenti total.

Advertisement

“Flashing artinya hati-hati, jadi kendaraan tetap mengalir, tapi tidak ugal-ugalan, masyarakat bisa lebih nyaman dan tidak terganggu oleh lampu merah,” tutur Sujatmiko.

Kebijakan space sharing ini juga bertujuan untuk mendorong angkot yang kerap ngetem di simpang Ekalokasari dan Sujatmiko berharap bahwa kedepan tidak ada lagi terminal bayangan.

“Pedagang Kaki lima (PKL), dan angkot-angkot ngetemm yang berada di wilayah simpang menjadi riskan akhirnya tidak terjadi terminal bayangan,” tandasnya.

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: Radar Bogor

Share

Recent Posts

Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Ada Doorprize dan UMKM Gratis

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama sejumlah organisasi dan komunitas akan…

3 hours ago

Bareskrim Polri Ungkap Jaringan Pencurian Modul BTS Sebabkan Gangguan Sinyal di Jakarta-Jabar, Kerugian Ditaksir Rp60 Miliar

JAKARTA - WARTA BOGOR - Satresmob Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan sindikat pencurian dan penadahan…

6 hours ago
Advertisement

Pemkot Bogor Renovasi GOR Pajajaran, Perkuat Ekosistem Olahraga Kota Bogor

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas…

7 hours ago

Pemprov Jabar Kaji Pemberlakuan Kembali SPP untuk SMA dan SMK Negeri

JABAR - WARTA BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat tengah mengkaji…

21 hours ago

Komdigi Dukung Pembatasan Gadget di Sekolah, Lindungi Ancaman Negatif Digital

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyambut baik kebijakan…

1 day ago

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri Bahas Peran KDMP, Ini Hasilnya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet…

1 day ago