Umum

Banjir Rob di Manado

MANADO, WARTABOGOR.id – Sebanyak 21 rumah terdampak banjir rob yang menerjang wilayah pesisir Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), pada Selasa (7/12/2021) kemarin.

Puluhan rumah yang terdampak ini tersebar di tiga kecamatan di Manado, yakni Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, dan Kecamatan Tuminting. Ada yang rusak ringan hingga sedang.

Area tersebut salah satu yang terdampak banjir rob. Bahkan banjir rob yang terjadi kemarin sempat masuk ke lantai dasar pusat perbelanjaan tersebut.

Advertisement

Sementara di Kawasan Megamas yang juga berdiri di wilayah reklamasi, terlihat puluhan perahu nelayan “parkir” di sebagian badan jalan atau di depan toko-toko di pusat bisnis itu.

Razid Poli, salah satu nelayan di Kawasan Megamas, mengatakan, puluhan perahu ditambatkan di badan jalan agar tidak rusak disapu ombak besar.

“Apalagi tanggul dermaga di kompleks tambatan perahu hamoir setengahnya sudah rusak,” kata dia saat diwawancara di Kawasan Megamas.

Advertisement

Razid menuturkan, ada sekitar 50 lebih perahu nelayan yang ditambatkan di kompleks tersebut. Ia berharap pemerintah dapat memperhatikan tanggul dermaga di kompleks tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado Peter Eman mengatakan, sebelum terjadi banjir rob, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui BPBD sudah menindaklanjuti imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa sampai 9 Desember masih berpeluang terjadi banjir rob di wilayah Sulut, khususnya Manado.

“Kita langsung berkoordinasi dengan instansi terkait, misalnya dengan BPBD Provinsi, kemudian dengan TNI-Polri,” katanya

Advertisement

Setelah itu, dikomunikasikan dengan pemerintah setempat, dalam hal ini camat dan lurah untuk diteruskan ke ketua-ketua lingkungan.

“Agar ada imbauan persiapan waspada bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai atau pun yang beraktivitas di pesisir atau di pantai dalam hal ini nelayan,” sebutnya.

Dengan kondisi seperti ini, BPBD tetap mengantisipasi dengan mengikuti imbauan BMKG tetap waspada sampai tanggal 9 Desember.

Advertisement

“Kami sudah meneruskan ke lingkungan untuk tetap waspada. Kami terus melakukan monitoring pesisir pantai yang ada di Kota Manado,” tandasnya (Kompas.com)

Share

Recent Posts

Menkomdigi Terbitkan SE: Wajibkan Operator Lindungi Sisa Kuota Internet

WARTA BOGOR - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun…

19 hours ago

Dorong Konektivitas, Pemkab Bogor Bangun Jalan Pasir Muncang-Taman Safari

CIBINONG - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan pembangunan jalan alternatif baru yang…

23 hours ago
Advertisement

Viral Syarat Beli BBM Pakai STNK, Pertamina Buka Suara

WARTA BOGOR - Pertamina Patra Niaga menegaskan informasi mengenai kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan…

1 day ago

Dedie Rachim Temui Pendemo Sopir Angkot di Balai Kota Bogor, Massa Desak Pemkot Hentikan Razia

BOGOR - WARTA BOGOR - Wali Kota Bogor Dedie Rachim menemui para sopir angkot yang…

2 days ago

Dishub Kota Bogor Tilang 962 Angkot Tua, 818 Unit Masih Diburu

BOGOR - WARTA BOGOR - Jumlah angkutan kota atau angkot berusia di atas 20 tahun…

2 days ago

Pemprov Jabar Targetkan Anak Tidak Sekolah Nol pada 2029

BANDUNG - WARTA BOGOR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh anak di Jawa Barat…

2 days ago