Internasional

Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza

JAKARTA – WARTA BOGOR – Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) segera mengerahkan personel gabungan ke Jalur Gaza guna mendorong stabilitas keamanan pascakonflik.

Mayor Jenderal Amerika Serikat, Jasper Jeffers, menyampaikan bahwa tahap awal pengerahan akan difokuskan di wilayah Rafah.

Jeffers menjelaskan, total kekuatan ISF nantinya mencapai sekitar 20.000 personel yang akan bekerja sama dengan 12.000 polisi Palestina.

Advertisement

Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia telah menerima tawaran untuk menempati posisi wakil komandan dalam struktur komando ISF.

“Indonesia telah menerima tawaran untuk menduduki posisi wakil komandan di ISF,” ujar Jeffers.

Selain Indonesia, sejumlah negara lain seperti Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania telah menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam misi tersebut.

Advertisement

Indonesia sendiri sebelumnya menyatakan kesiapan mengirimkan hingga 8.000 prajurit perdamaian.

Jeffers menambahkan, pelatihan bagi personel ISF serta pasukan kepolisian Palestina akan dilaksanakan di Mesir dan Yordania sebelum mereka diterjunkan ke Gaza.

Pada tahap awal, ISF yang berada di bawah koordinasi Board of Peace (Dewan Perdamaian) akan difokuskan untuk menciptakan situasi aman bagi warga sipil.

Advertisement

“Masyarakat Gaza membutuhkan keamanan dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam misi ISF bersifat non-tempur.

Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun pertempuran, melainkan menjalankan tugas penjaga perdamaian serta misi kemanusiaan.

Advertisement

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap berpegang pada solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik Israel-Palestina.

“Penyelesaian yang adil dan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui solusi dua negara berdasarkan parameter internasional yang telah disepakati. Perdamaian dapat memiliki jalur yang berbeda, tetapi tidak boleh memiliki arah yang berbeda,” ujar Sugiono dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, Kamis (19/2/2026).

Sebagai anggota Board of Peace, Sugiono memastikan bahwa peran Indonesia tetap konsisten dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip multilateralisme.

Advertisement

Dalam pernyataannya di Dewan Keamanan PBB, ia juga menyoroti pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza yang masih terus terjadi.

“Lebih dari 570 nyawa telah hilang dan lebih dari 1.500 orang terluka sejak gencatan senjata berlaku. Infrastruktur dasar dan layanan esensial masih hancur,” katanya.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: Republika

Share

Recent Posts

BKN Buka Program ASN Promote ASN, Bisa Diusulkan Rekan Kerja Berprestasi

JAKARTA - WARTA BOGOR - Badan Kepegawaian Negara (BKN) meluncurkan program ASN Promote ASN yang…

13 hours ago

Sumpah Pemuda 2026: 5 Aksi Nyata Pemuda Muslim untuk Indonesia

WARTA BOGOR - Setiap 28 Oktober, Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda untuk mengenang tekad generasi…

22 hours ago
Advertisement

Aksi Mahasiswa UI 28 Oktober, Bawa Lima Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo

JAKARTA - WARTA BOGOR - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah elemen masyarakat berencana menggelar…

1 day ago

Pemerintah Siapkan 4 Stimulus Ekonomi Kuartal IV 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi pada kuartal IV 2026 untuk…

2 days ago

Pemkab Bogor Raih Penghargaan Pemerintah Kabupaten Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan

BOGOR - WARTA BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto menerima penghargaan dari Kementerian Koordinator Bidang…

2 days ago

Operasi Patuh 2026 Digelar, Ini 11 Pelanggaran serta Denda Maksimalnya

JAKARTA – WARTA BOGOR - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Operasi Patuh 2026 secara…

2 days ago