Kesehatan

Jadi Duta Muda Sehat 2023, Mahasiswa Polbangtan Pelopor Generasi Peduli Kesehatan

BOGOR-WARTA BOGOR – Sebanyak 4 orang mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terpilih menjadi Duta Muda Sehat Kota Bogor tahun 2023.

Bermula dari rasa antusiasme yang tinggi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mendorong, Ahmad Bajari, Kumala, Dimas Prahasta, dan Ika Nurlelah ikut dalam gelaran ajang pemilihan pageant bergengsi di wilayah Bogor ini.

Dinas Kesehatan bersama Paguyuban Duta Muda Sehat Kota Bogor menyelenggarakan Pemilihan Duta Muda Sehat Kota Bogor Tahun 2023 untuk mencari talenta pemuda/pemudi Kota Bogor yang dapat berperan serta dalam kegiatan kesehatan dan sebagai icon muda di bidang kesehatan di lingkup Kota Bogor.

Advertisement

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan bahwa 10 tahun yang akan datang situasi akan berubah, petani yang sekarang sedang produktif maka akan memasuki usia pensiun. Regenerasi petani tua ke petani muda harus segera dilaksanakan.

“Petani milenial itu cerdas, melek terhadap IPTEK, dan memiliki adrenalin yang luar biasa, pembangunan pertanian,” ujar Dedi.

Proses seleksi yang cukup panjang mulai dari pemberkasan, tes tulis dan wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD) berhasil dilalui dengan sangat baik. Dua puluh empat finalis yang terjaring melalui seleksi akan berlanjut ke Grand Final Pemilihan Duta Muda Sehat Kota Bogor.

Advertisement

“Menjadi suatu kebanggaan bagi saya bisa menjadi bagian dari Duta Muda Sehat Kota Bogor Tahun 2023, dapat ikut mengambil peran dalam menjalankan program-program kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat”, ungkap Bajari.

Aktivitas yang akan dilaksanakan oleh Bajari dan teman-temannya diantaranya kampanye kesehatan, berpartisipasi aktif dalam acara komunitas, membuat konten edukatif bidang kesehatan, kunjungan ke sekolah dan kampus, konsultasi dengan ahli kesehatan, pemantauan dan evaluasi kegiatan serta aktivitas lainnya.

Ika mengatakan bahwa sebagai generasi muda kita harus lebih aware dengan kesehatan.

Advertisement

“Kita harus bisa menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar kita. Penerapan pola makan dan hidup sehat selalu jadi perhatian. Pengetahuan di bidang kesehatan yang perlu selalu di upgrade seperti pengelolaan stress, mental sehat, menghindari kebiasaan berbahaya, kesadaran lingkungan, dan sebagainya”, ujar mahasiswi prodi TMP ini.

Sementara itu, Kumala sangat tertarik mengikuti Pemilihan Duta Muda Sehat karena dirinya ingin menjadi figur muda kesehatan yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Kehidupan asrama yang saat ini sedang dijalani oleh

Kumala juga mendorong rasa ingin tahunya terkait kesehatan. Kumala berkeinginan untuk dapat mengajak teman-teman di asrama agar lebih aware terhadap kesehatan.

Advertisement

Proses awal seleksi dimulai dengan melengkapi berkas persyaratan. 178 peserta yang dinyatakan lolos pemberkasan.

Tahap Focus Group Discussion (FGD) merupakan tahap penjaringan terakhir dalam menentukan finalis Duta Muda Sehat Kota Bogor Tahun 2023. Sebanyak 60 peserta yang ada di tahap ini menunjukan gagasan dan performa terbaiknya. Setelah melalui tahapan tersebut, didapat 24 finalis Duta Muda Sehat Kota Bogor Tahun 2023.

Dua puluh empat finalis Duta Muda Sehat Kota Bogor Tahun 2023 mengikuti kegiatan karantina selama 3 hari dengan agenda pemaparan materi oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor dan mitra sponsor, presentasi peserta dengan topik yang sudah ditentukan, outbound, serta persiapan Grand Final.

Advertisement

Acara Grand Final dilaksanakan di Saung Dolken Cimahpar Bogor dengan rangkaian kegiatan mulai dari tarian persembahan dari Finalis Duta Muda Sehat Kota Bogor 2023, speech persuasive, dan penyematan sebagai Duta Muda Sehat Kota Bogor Tahun 2023.

Dimas tidak menyangka dirinya bisa lolos di tahap wawancara tersebut dan membawanya masuk ke tahap Focus Group Discussion (FGD). Di tahap ini, peserta diberikan dua kali kesempatan berbicara dengan tema yang sudah ditentukan oleh panitia penyelenggara. Kemudian, di tahap FGD ini terpilih 24 finalis Duta Muda Sehat.

“Waktu itu saya tidak menyangka bisa lulus sampai akhir seleksi perasaan saya sangat senang waktu itu, tetapi yang paling besar adalah tanggung jawabnya ketika menjadi duta muda sehat”, ungkap Dimas.

Advertisement

“Menjadi millenial merupakan sebuah privilege karena kita dekat dengan teknologi kita dapat mengambil segala informasi yang ada di lautan internet, teruslah belajar dan buatlah perubahan untuk negeri ini, kita millenial harus menjadi penggerak negeri ini”, pungkas Dimas. (rndyn)

Editor: Ardianinda Wisda

Advertisement
Share

Recent Posts

ASN di Bogor Selatan Diduga Tipu Warga Bermodus Lolos CPNS, Korban Rugi hingga Rp70 Juta

BOGOR – WARTA BOGOR - Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kecamatan Bogor…

16 hours ago

Pemkab Bogor Tangani 11 Ribu Rumah Tidak Layak Huni di 40 Kecamatan pada 2026

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat untuk…

23 hours ago
Advertisement

LAZ Ummul Quro Bogor Salurkan Rp100 Juta Modal Usaha untuk 20 UMKM, Sinergi Bersama KUA Ciseeng dan Gunung Sindur

BOGOR-WARTA BOGOR — LAZ Ummul Quro Bogor menyalurkan bantuan modal usaha senilai total Rp100 juta kepada 20 pelaku UMKM melalui…

1 day ago

Pendapatan Biskita Trans Pakuan Tembus Rp10 Miliar, Koridor Baru Disiapkan pada 2027

BOGOR – WARTA BOGOR - Pendapatan Biskita Trans Pakuan Kota Bogor mencapai Rp10,29 miliar selama…

1 day ago

Program IJD Prabowo Dukung Pembangunan Jalan Citeureup–Sukamakmur Sepanjang 20 Km

BOGOR – WARTA BOGOR - Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang digulirkan Presiden Republik…

2 days ago

Pemerintah Perpanjang Penahapan Kewajiban Sertifikasi Halal hingga Tahun 2028

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Perindustrian (Menperin) M Sarmuji menyambut baik penundaan kewajiban sertifikasi…

2 days ago