JAKARTA – WARTA BOGOR – Gempa berkekuatan 6,8 magnitudo mengguncang Maroko pada Jumat (8/9/2023) malam waktu setempat. Dilaporkan jumlah korban meninggal nyaris mencapai 2.500 jiwa.
Kantor berita Maroko seperti dilansir Reuters pada Senin (11/9/2023) melaporkan korban tewas meningkat menjadi 2.497 orang dan 2.476 orang luka-luka.
Tim penyelamat dari berbagai negara seperti Spanyol, Inggris, dan Qatar bekerja sama menemukan korban selamat di reruntuhan bangunan.
Banyak warga yang selamat memilih mengungsi diluar rumah. Selain karena rumahnya hancur, warga juga memutuskan bermalam di pinggir jalan atau tempat pengungsian karena khawatir gempa susulan.
Sejumlah bangunan bersejarah di Maroko juga ambruk karena gempa. Bangunan di kota tua Marrakesh yang menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO rusak akibat gempa.
Gempa ini juga menimbulkan kerusakan besar pada Masjid Tinmel abad ke-12 yang bersejarah dan terletak di daerah pegunungan terpencil dekat pusat gempa.
Maroko telah mengerahkan tentara dan memperkuat tim pencarian dan penyelamatan, menyediakan air minum, mendistribusikan makanan, tenda dan selimut.
Gempa tersebut merupakan yang paling mematikan di Maroko sejak tahun 1960, dimana gempa tersebut telah menewaskan lebih dari 12 ribu orang.
BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor terus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung…
SERPONG-WARTA BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan pertanian modern melalui pengenalan teknologi dan…
BOGOR-WARTA BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor bersama tim kerja sama dari Korea Selatan…
WARTA BOGOR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan setelah perdagangan dilanjutkan seusai penghentian…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Kewajiban sertifikasi halal yang dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Oktober…
BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai membahas anggaran operasional Biskita Trans…