JAKARTA – WARTA BOGOR – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menyebut, saat ini masih banyak kepala desa di Indonesia belum paham soal pembukuan.
Hal itu disampaikan Yandri Susanto dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2024).
Menurut Yandri, mengenai hal itu pihaknya sudah berdiskusi dengan Jaksa Agung, ST Burhanuddin.
“Banyak memang kepala desa itu yang nggak ngerti tentang pembukuan ya,” sebut Yandri.
Yandri mengatakan, penyebabnya adalah banyak kepala desa yang terpilih hanya bermodalkan kepopuleran sebagai tokoh masyarakat.
“Karena dia tokoh, dipilih, mungkin ya mungkin dari sisi basic untuk pembukuan enggak ada,” kata Yandri.
Ia menyampaikan, adanya kepala desa yang tak tahu caranya pembukuan akhirnya berdampak pada tidak adanya pertanggungjawaban terhadap dana desa yang sudah digelontorkan.
“Ya penggunaan anggaranya tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Lebih lanjut, Yandri mengungkapkan, anggaran dana desa dari 2015 hingga 2024 tercatat mencapai Rp 610 triliun.
Kendati begitu, Yandri sependapat dengan pernyataan Ketua Komisi V DPR, Lasarus, bahwa pengawasannya belum maksimal. Ia pun mengaku pihaknya sudah membentuk tim untuk mengawasi penggunaan dana desa.
“Jadi apa yang disampaikan Pak Ketua tadi betul, pengawasannya masih belum maksimal,” ucapnya.
“Kami sudah membentuk tim sekarang pak membuat roadmap pengawasan,” pungkasnya.
Sumber: suara.com
JAKARTA - WARTA BOGOR - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta aparat terkait menyelidiki dugaan…
BOGOR - WARTA BOGOR - KAI Commuter kembali menambah 13 perjalanan Commuter Line Bogor mulai…
BOGOR-WARTA BOGOR — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Aula Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor,…
JAKARTA - WARTA BOGOR— Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meraih skor kinerja tertinggi di antara…
BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama perusahaan ojek online (ojol) menyepakati…
BANTEN - WARTA BOGOR - Tim SAR memperluas area pencarian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan…