Pertanian

Peneliti BRIN Kembangkan Kentang Tahan Penyakit, Ini Tujuannya

JAKARTA – WARTA BOGOR – Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Hortikultura BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Ika Roostika berserta timnya mengembangkan varietas kentang tahan penyakit menggunakan teknologi mutagenesis in vitro.

Inovasi kentang tahan penyakit ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor kentang olahan yang selama ini disebabkan oleh kegagalan panen akibat penyakit layu.

Penyakit layu yang disebabkan bakteri Ralstonia solanacearum telah lama menjadi hambatan bagi petani kentang Indonesia.

Advertisement

“Masalah utamanya, varietas yang beredar belum memiliki ketahanan terhadap penyakit tersebut, sedangkan sumber gen ketahanan umumnya berasal dari tanaman liar dengan karakter genetik yang berbeda,” ujar Ika dalam keterangan resminya, Kamis (01/05/2025).

Melalui teknologi mutagenesis in vitro, tim BRIN melakukan mutasi buatan dengan sinar gamma pada varietas populer seperti Granola, Repita, dan Vega.

Bibit hasil seleksi kemudian diperbanyak hingga menghasilkan varietas baru seperti Granitas, Grantika, Chipita, dan Bio Agriva, yang telah terdaftar resmi dalam Tanda Daftar Varietas.

Advertisement

“Inovasi ini tidak hanya menghasilkan kentang yang tahan penyakit, tapi juga menekan penggunaan pestisida sintetis. Itu artinya, hasil panen lebih aman dikonsumsi,” jelas Ika.

Metode mutagenesis dinilai lebih cepat dan efisien dibanding pemuliaan konvensional, tanpa harus melalui prosedur kompleks seperti rekayasa genetika. Sebelum dikomersialkan, varietas juga diuji di lapangan, termasuk uji daya hasil dan uji BUSS (baru, unik, seragam, stabil).

Meski masih ada tantangan teknis seperti perbedaan kromosom dan endosperm balance number (EBN), inovasi ini menunjukkan potensi besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus membuka jalan menuju kemandirian benih kentang lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Advertisement

 

 

 

Advertisement

Sumber: Kompas.com

Share

Recent Posts

Trump Tangguhkan Visa 75 Negara Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Respons dengan Sistem Prioritas Tiket

WARTA BOGOR - Piala Dunia 2026, ajang sepak bola global terbesar yang akan menghadirkan 48…

21 hours ago

BRIN Peringatkan Ancaman Sinkhole di Indonesia, Sejumlah Wilayah Terancam

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional…

1 day ago
Advertisement

Ramai Hoaks Rekrutmen Petugas Haji 2026, Masyarakat Diimbau Waspada

WARTA BOGOR - Masyarakat diimbau untuk mewaspadai maraknya informasi palsu atau hoaks terkait rekrutmen petugas…

1 day ago

Terobosan Baterai Silikon Korea Selatan: Jalan Menuju Akhir Zaman Mobil Bensin

JAKARTA-WARTA BOGOR – Terobosan baru dalam pengembangan baterai mobil listrik telah dicapai oleh peneliti dari Pohang…

1 day ago

12 Pejabat Pemkot Bogor Dilantik, Dedie Rachim Tekankan Layanan Prima untuk Masyarakat

BOGOR-WARTA BOGOR – Sebanyak 12 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi melaksanakan upacara…

2 days ago

Gelombang Pembatalan Tiket dan Seruan Boikot Warnai Piala Dunia 2026

JAKARTA - WARTA BOGOR - Piala Dunia 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni–19 Juli…

2 days ago