Kolom Pembaca

Ramai apa Itu Grooming? Kisah yang Diungkap Aurelie Moeremans Lewat Buku Broken Strings

WARTA BOGOR – Istilah grooming kembali ramai diperbincangkan publik dalam beberapa hari terakhir. Perbincangan ini mencuat setelah aktris Aurelie Moeremans merilis buku berjudul Broken Strings, sebuah memoar yang mengisahkan perjalanan hidupnya sejak remaja saat terjun ke dunia hiburan hingga pengalamannya menjadi korban grooming.

Buku yang ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, itu viral di media sosial dan memantik diskusi luas tentang makna grooming serta bahayanya, khususnya bagi anak dan remaja.

Dalam buku tersebut, Aurelie mengungkap pengalaman pahitnya menjadi korban grooming sejak usia 15 tahun. Saat itu, ia baru memasuki dunia entertainment Tanah Air dan mulai berinteraksi dengan orang-orang dewasa di sekitarnya.

Advertisement

Aurelie mengaku baru menyadari bahwa yang dialaminya merupakan bentuk grooming yang kemudian berkembang menjadi pelecehan hingga pemerkosaan setelah ia beranjak dewasa. Menurutnya, ketika masih remaja, ia tidak menyadari sedang dimanipulasi karena pelaku menggunakan pendekatan yang sangat halus.

Kisah tersebut ia bagikan dalam buku setebal sekitar 200 halaman yang dapat diakses melalui tautan di akun media sosialnya, dengan harapan semakin banyak orang sadar dan waspada terhadap praktik child grooming.

Apa Itu Grooming?

Advertisement

Secara umum, istilah grooming sering dikaitkan dengan perawatan hewan peliharaan atau aktivitas merapikan diri. Dalam Kamus Cambridge, grooming diartikan sebagai kegiatan untuk membuat penampilan bersih dan rapi, seperti menyisir rambut.

Namun, dalam konteks kejahatan seksual, grooming memiliki makna yang sangat berbeda.

Mengutip laman Pemerintah Kanada, grooming terhadap anak adalah proses ketika seorang dewasa membangun kepercayaan dengan anak dan terkadang juga dengan orang-orang di sekitar anak untuk memperoleh akses, mengontrol, dan menormalisasi perilaku tertentu demi tujuan eksploitasi.

Advertisement

Dengan kata lain, grooming adalah bentuk manipulasi psikologis yang dilakukan secara bertahap.

Dampak Grooming bagi Korban

Psikolog klinis Arnold Lukito menjelaskan bahwa grooming dapat menimbulkan dampak psikologis serius, salah satunya ketergantungan emosional yang tidak sehat terhadap pelaku.

Advertisement

“Di grooming itu ada kontrol dan manipulasi. Anak akhirnya bisa memiliki ketergantungan emosional yang tidak sehat, seolah membutuhkan pelaku untuk merasa aman atau diterima,” ujar Arnold, dikutip Selasa (13/1/2026).

Ia menambahkan, grooming juga dapat memengaruhi cara korban memandang dan mengidentifikasi dirinya.

“Dalam artian, korban bisa berpikir, ‘oh ternyata saya itu bisa punya hubungan seperti ini dengan orang yang jauh lebih tua’,” sambungnya.

Advertisement

Dampak lain yang kerap muncul adalah rasa bersalah dan rasa malu, dua emosi kuat yang sering meninggalkan luka psikologis jangka panjang dan memengaruhi kesehatan mental korban.

Ciri-ciri Child Grooming yang Perlu Diwaspadai

Sejumlah studi perlindungan anak yang dirujuk NSPCC serta peneliti seperti Michael Seto dan Ethel Quayle menyebutkan bahwa satu tanda saja belum tentu menunjukkan grooming. Namun, jika muncul berulang dan saling berkaitan, hal itu patut diwaspadai.

Advertisement

Ciri-ciri Pelaku Grooming

  • Memberikan perhatian berlebihan sejak awal, seperti pujian terus-menerus atau hadiah.
  • Membuat hubungan terasa sangat spesial dan eksklusif.
  • Mendorong anak menjauh dari keluarga atau teman, misalnya dengan meminta menyimpan rahasia.
  • Menguji batas lewat candaan atau topik tidak pantas secara bertahap.

Tanda-tanda Anak Mengalami Grooming

Berdasarkan rujukan National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC), tanda-tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

Advertisement
  1. Perubahan perilaku mendadak, termasuk pola penggunaan internet.
  2. Lebih sering berada di luar rumah atau menghilang dari sekolah.
  3. Menjadi tertutup tentang aktivitasnya.
  4. Mendapatkan hadiah tanpa penjelasan.
  5. Penyalahgunaan alkohol atau narkoba.
  6. Memiliki hubungan dekat dengan orang yang jauh lebih tua.
  7. Mengalami masalah kesehatan seksual.
  8. Menggunakan bahasa seksual yang tidak sesuai usia.
  9. Tampak murung, menarik diri, atau
  10. mengalami gangguan kesehatan mental.

 

 

 

Advertisement

 

 

Sumber: detiknews

Advertisement
Share

Recent Posts

Viral Anak Terjatuh ke Area Kandang Gajah Ragunan, Pengelola Sebut Ada Indikasi Pembuatan Konten

JAKARTA - WARTA BOGOR - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak mengenakan pakaian merah terjatuh…

10 hours ago

Festival Tangguh Bencana Bogor Utara 2026, Hadirkan Mitigasi Bencana hingga Pelatihan Kerja

BOGOR - WARTA BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membuka Festival Kecamatan Tangguh…

12 hours ago
Advertisement

Fenomena Blue Moon Hiasi Langit Indonesia Hari Ini, Simak Fakta dan Waktu Puncaknya

JAKARTA - WARTA BOGOR - Fenomena langka Blue Moon atau bulan biru akan menghiasi langit…

13 hours ago

Pemerintah Kaji Penggunaan CNG Tabung 3 Kg untuk Gantikan LPG Subsidi, Bakal Jadi yang Pertama di Dunia

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah mematangkan…

2 days ago

Polisi Selidiki Kasus Pencabulan di Ponpes Ciawi Bogor, Diduga Libatkan Lima Pelaku

BOGOR - WARTA BOGOR - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan pencabulan yang terjadi di lingkungan…

3 days ago

Kerbau Albino Mirip Donald Trump Selamat dari Kurban, Kini Dirawat di Kebun Binatang

WARTA BOGOR - Seekor kerbau albino seberat 700 kilogram di Bangladesh mendadak viral karena memiliki…

3 days ago