Health

Sekolah Tatap Muka 2021, Jakarta dan Depok Batal

JAKARTA – WARTABOGOR.id – Tahun ajaran 2021 akan segera dimulai pada 4 Januari atau 11 Januari. Namun sekolah tatap muka 2021 dibatalkan di beberapa daerah seperti Jakarta dan Depok.

Hal ini karena masih adanya pandemi Covid-19. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR).

Pandemi covid-19 belum aman untuk siswa hingga guru karena itu sekolah masih harus ditutup.

Advertisement

Penutupan sekolah di Jakarta ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana. Nahdiana mengatakan dalam siaran pers di situs PPID Jakarta, Sabtu (2/1/2021).

Pemerintah Kota Depok sudah lebih dulu tidak mengizinkan sekolah tatap muka 2021. Hal itu berdasarkan Surat Edaran Walikota Depok Nomor 420/621-Huk/Dinkes yang diterbitkan Selasa (29/12/2020).

Sedangkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor masih melakukan kajian tentang sekolah tatap muka 2021. Hal itu disampaika Bupati Bogor Ade Yasin.

Advertisement

“Ya kita sih oleh Dinas Pendidikan masih dikaji juga (tentang sekolah tatap muka),” kata Ade di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Jalan Bersih, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (28/12/2020) lalu.

Di Surabaya, SMA/SMK Jatim di zona hijau, kuning, dan oranye diperbolehkan menggelar sekolah tatap muka. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Wahid Wahyudi di Surabaya, Rabu (30/12/2020).

Sedangkan pemkot Bandung masih mempertimbangkan pemberlakuan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka bagi peserta didik. Sebab, Bandung masih berada di zona resiko tinggi berkaitan Covid-19.

Advertisement

“Tetap sepintas Pak Wali belum (pembelajaran tatap muka) kayanya,” ujar wakil Walikota Bandung Yana Mulyana di Jalan Cipadung, Kota Bandung, Senin (28/12/2020).

Namun Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut, ratusan sekolah siap memggelar pembelajaran tatap muka pada Januari 2021.

Mendikbud Nadiem Makarim mengizinkan sekolah tatap muka 2021. Dia menegaskan sekolah pembelajaran jarak jauh (PJJ) punya dampak negatif terhadap siswa maupun orangtua. Dampak itu termasuk psikososial. (detik.com)

Advertisement
Share

Recent Posts

IHSG Anjlok 11,16%, Rencana MSCI Picu Kekhawatiran Investor

WARTA BOGOR - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan setelah perdagangan dilanjutkan seusai penghentian…

22 minutes ago

Wajib Sertifikasi Halal Mulai 18 Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Industri Kosmetik Jadi Sorotan

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kewajiban sertifikasi halal yang dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Oktober…

3 hours ago
Advertisement

Pemkot Bogor Mulai Siapkan Anggaran Biskita Trans Pakuan 2027

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai membahas anggaran operasional Biskita Trans…

5 hours ago

Pemkot Bogor Targetkan Penurunan Kabel Udara Sepanjang 20 Kilometer pada 2026

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus melanjutkan penataan kabel udara melalui…

1 day ago

Menteri Koperasi Pastikan Gaji PNS Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Tahun Ini

JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan rencana penyaluran gaji pegawai negeri…

1 day ago

Pemerintah Azerbaijan Batasi Penggunaan Hijab di Sekolah, Ini Alasannya

WARTA BOGOR - Pemerintah Azerbaijan menerapkan aturan seragam sekolah baru yang berdampak pada penggunaan hijab…

1 day ago