Umum

Wajib Tahu! Kebiasaan Boros Listrik yang Jarang Disadari

WARTA BOGOR – Kebiasaan sepele yang sering dilakukan dapat memengaruhi penggunaan listrik rumah tangga. Tingginya konsumsi listrik di rumah kemungkinan akan menyebabkan tagihan pembayaran listrik melonjak, yang meningkatkan pengeluaran bulanan.

Lantas, kebiasaan sepele apa yang dapat meningkatkan konsumsi penggunaan listrik?

Akademisi dengan Kelompok Keahlian (KK) Teknik Ketenagalistrikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Deny Hamdani mengungkapkan tidak mencabut colokan peralatan elektronik dapat meningkatkan penggunaan listrik.

Advertisement

“Pada prinsipnya ketika listrik ‘on‘ pasti ada konsumsi, apakah saat digunakan atau tidak digunakan tapi ‘on‘ atau standby, dikenal sebagai standby power,” ujar Deny Hamdani, dikutip dari Kompas.com, Rabu (17/7/2024).

Standby power atau daya siaga adalah daya listrik yang dikonsumsi oleh suatu peralatan elektronik saat dalam posisi mati atau dalam mode siaga.

Deny menjelaskan, saat peralatan elektronik dimatikan tanpa memutus aliran listrik atau colokan, arus listrik sebenarnya tetap terpakai, baik untuk menyalakan lampu LED maupun panas.

Advertisement

Meski cenderung memiliki watt kecil, jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus dapat meningkatkan penggunaan listrik.

Misalnya, jika mematikan televisi tanpa mencabut colokannya, akan ada standby power yang ikut menaikkan konsumsi listrik.

Bahkan, menurut Deny, berdasarkan hasil sejumlah survei, standby power dapat menyumbang 10 persen dari total konsumsi listrik rumah tangga. Namun, ini kembali tergantung pada sejumlah faktor, termasuk durasi daya siaga dan watt peralatan elektronik.

Advertisement

Sementara itu, Deny mengatakan memutus sambungan kabel listrik saat tidak digunakan terbukti menjadi cara terbaik untuk menghemat listrik. Oleh karena itu, mencabut colokan alat elektronik seperti televisi, kipas angin, mesin cuci yang tidak terpakai dapat membantu mengurangi tagihan listrik.

“Mitigasinya hanyalah pemutus arus atau colokan, bisa manual langsung dicabut, dengan saklar atau otomatis pakai sensor,” kata Deny.

Jika arus listrik telah diputus tetapi tagihan masih membengkak, ia menilai dapat disebabkan oleh cara pemakaian atau pengoperasian peralatan yang tidak efektif.

Advertisement

“Misal kulkas tidak tertutup rapat, sering start atau stop, tidak sesuai rating peralatan,” ucapnya.

Selain itu, kebiasaan lupa mematikan lampu juga dapat berdampak pada besarnya anggaran listrik yang harus dikeluarkan setiap rumah tangga.

 

Advertisement

 

Sumber: Kompas.com

Advertisement
Share

Recent Posts

DPR Soroti Lahan Bekas Karhutla yang Berubah Jadi Perkebunan Sawit

JAKARTA - WARTA BOGOR - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta aparat terkait menyelidiki dugaan…

4 hours ago

KAI Commuter Rekayasa Rangkaian KRL, Rute Bogor Kembali Bertambah 13 Perjalanan

BOGOR - WARTA BOGOR - KAI Commuter kembali menambah 13 perjalanan Commuter Line Bogor mulai…

6 hours ago
Advertisement

Polbangtan Kementan Peringati Maulid Nabi, Tanamkan Keteladanan Rasulullah dalam Kehidupan Akademik

BOGOR-WARTA BOGOR — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Aula Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor,…

1 day ago

Mentan Amran, Dua Tahun Berkinerja Terbaik di Kabinet Merah Putih

JAKARTA - WARTA BOGOR— Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meraih skor kinerja tertinggi di antara…

1 day ago

Pemkot Bogor dan Aplikator Sepakati Sanksi bagi Ojol Pelanggar Aturan

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama perusahaan ojek online (ojol) menyepakati…

1 day ago

Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas, SAR Kerahkan Drone Termal

BANTEN - WARTA BOGOR - Tim SAR memperluas area pencarian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan…

1 day ago