BANDUNG – WARTA BOGOR – Seorang perempuan bernama Yuvita Tri Rezeki (29), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami penderitaan berat setelah diduga menjadi korban penyiksaan oleh kekasihnya, Taufik Hidayat (30), selama tiga tahun.
Akibat kekerasan yang dialaminya, Yuvita mengalami luka serius di berbagai bagian tubuh. Kondisinya sangat memprihatinkan, mulai dari infeksi pada kepala, kehilangan penglihatan, hidung bengkok, bibir yang terluka, gigi rontok, hingga luka bacok di bagian lutut.
Kasus ini terungkap setelah Taufik bersama pemilik rumah kos mengantarkan Yuvita ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Rabu (10/6/2026).
Yuvita mengaku tidak mampu melarikan diri selama bertahun-tahun karena kondisi matanya yang mengalami infeksi parah hingga tidak bisa melihat.
“Gak bisa (kabur) karena gak bisa melihat,” ujar Yuvita.
Selama berada dalam penguasaan pelaku, korban mengaku dilarang mengeluarkan suara. Setiap kali menangis atau berteriak saat disiksa, pelaku disebut kembali melakukan kekerasan yang lebih parah.
“Jadi kalau misal disiksa nih yah, terus saya teh mengeluarkan suara kalau sama dia disiksa lagi, jadi saya teh gak bisa kemana-kemana,” katanya.
Korban juga mengaku sering mendapat perlakuan tidak manusiawi. Saat pelaku bekerja sebagai debt collector, ia kerap disuruh tidur atau sesekali diajak keluar dengan mengenakan masker.
“Dia kan kerja sebagai debt collector jadi kalau misalkan dia pergi saya suka disuruh tidur, kalau misalkan ikut paling saya disuruh pakai masker,” ujarnya.
Menurut pengakuannya, kekerasan fisik yang diterima terjadi berulang kali dan menyebabkan berbagai cedera serius.
“Aku sering dipukul sih, pertama mata dulu yang dipukul terus telinga, terus kaki juga sama bedog (golok), terus dipaksa untuk pake tato sama dia, terus kalau makan sehari satu kali itu juga aku suka makan sendiri,” kata Yuvita.
Tak hanya itu, korban mengaku kerap dipaksa tidur di kamar mandi karena kondisinya yang sudah tidak dapat melihat.
“Terus sisanya disuruh tiduran di kamar mandi, karena kan aku gak bisa lihat kan jadi mau mandi gimana. Paling kalo sehari-hari kalau BAB pakai pampers dia yang suka beliin,” tuturnya.
Yuvita mengatakan pada awal hubungan, ia tidak melihat perilaku mencurigakan dari pelaku. Namun seiring berjalannya waktu, Taufik mulai menunjukkan sikap yang membuatnya terpaksa berhenti bekerja.
“Karena ya mau gimana lagi namanya dia kan pacar aku, awalnya biasa aja. Dulu juga aku kerja dulu cuma kalo sama atasan aku sama dia kaya dimarahin gitu jadi ya aku teh daripada gimana-gimana mendingan keluar aja,” katanya.
Selain melakukan kekerasan, pelaku juga disebut menggunakan berbagai barang milik korban untuk kebutuhan pribadinya, termasuk sepeda motor, telepon genggam, hingga gaji korban.
“Kayak motor, handphone iphone, gaji, aku juga nanya diambil sama dia buat sehari-hari, ya aku teh ikut aja. Namanya laki-laki kadang ngerokok, dia suka minum juga, aku dikasih makan sama jajan dua kali, kadang juga cuma sekali,” ujarnya.
Beberapa waktu sebelum kasus ini terungkap, pelaku sempat menghubungi orang tua korban melalui pesan WhatsApp.
“Si pelaku nge-WA ke orang tua, bilangnya katanya dia khawatir,” kata Yuvita.
Saat ini keberadaan Taufik Hidayat belum diketahui dan masih dalam pencarian pihak kepolisian. Korban berharap pelaku segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Aku pengen pelakunya ketemu, dihukum mati biar dia tau gimana rasanya aku,” ucapnya.
Setelah mengetahui kondisi korban, pihak keluarga melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Barat pada Jumat (12/6/2026).
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menyatakan laporan tersebut ditangani sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Sumber: TribunnewsBogor
DEPOK-WARTA BOGOR– Komunitas Emak Kantoran bekerja sama dengan Harmoni Foundation menggelar kegiatan berbagi pengalaman dan…
WARTA BOGOR - Indonesia berhasil mencatat prestasi membanggakan di sektor pariwisata dengan meraih peringkat kedua…
JAKARTA - WARTA BOGOR - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia…
Oleh: Dr Hepi Andi Bastoni, MA, MPd.I (Ketua Ikadi Kota Bogor) Pendahuluan Perkembangan teknologi digital…
GORONTALO-WARTA BOGOR — Saat berlangsung kuliah umum Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Institut Agama…
JAKARTA-WARTA BOGOR — Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dan arahan terkait ketersediaan pangan nasional bersama…