Berita

Terungkap! Sopir Taksi Green SM Baru 3 Hari Kerja Saat Kecelakaan di Bekasi

JAKARTA – WARTA BOGOR – Seorang sopir taksi listrik Xanh SM (Green SM) berinisial RRP diketahui baru bekerja selama tiga hari sebelum mengalami kecelakaan dengan KRL jurusan Cikarang–Jakarta di Bekasi Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyampaikan bahwa fakta tersebut terungkap setelah penyidik memeriksa RRP sebanyak dua kali pada Selasa dan Rabu kemarin.

“Dari hasil keterangan sopir taksi yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Advertisement

Insiden kecelakaan sendiri terjadi pada Senin, 27 April 2026, sehingga RRP tercatat baru tiga hari bekerja saat kejadian berlangsung.

Selain itu, RRP juga mengaku hanya menjalani pelatihan selama satu hari sebelum mulai bekerja. Pelatihan tersebut mencakup pengenalan dasar penggunaan kendaraan listrik.

“Tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari. Bagaimana menyalakan, mematikan mobil serta cara lampu sign, parkir dan lain-lain. Ini terjadi, ini masih didalami oleh teman-teman penyidik,” jelasnya.

Advertisement

Lebih lanjut, Budi menyebut bahwa kasus kecelakaan ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah ditangani oleh Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum.

“Ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan ini sudah naik tingkat ke tahap penyidikan,” katanya.

Dengan peningkatan status tersebut, penyidik menilai telah ditemukan indikasi adanya unsur pidana dalam kasus ini. Meski begitu, proses pendalaman masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Advertisement

“Artinya kita juga masih melakukan pendalaman terkait tentang saksi-saksi ke mana arah pidananya dalam proses penanganan ini. Sehingga harus ada pendalaman,” tuturnya.

Dalam penyelidikan, Polda Metro Jaya juga bekerja sama dengan Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri guna menelusuri penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan gangguan sistem kelistrikan atau masalah pada sinyal komunikasi.

 

Advertisement

 

 

 

Advertisement

 

 

Sumber: CNN Indonesia

Advertisement

 

Share

Recent Posts

BRIN Kembangkan Food Guard, Alat untuk Deteksi Makanan Basi di Ompreng MBG

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, memaparkan…

2 hours ago

LRT Masuk Bogor 2030, Pemkot Soroti Nasib Terminal Baranangsiang yang Tak Ada Perubahan

BOGOR - WARTA BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali mempertanyakan kelanjutan pengembangan Terminal Baranangsiang…

19 hours ago
Advertisement

Kasus Korupsi Sudah Keterlaluan, MUI Desak Pemerintah dan DPR Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor

JAKARTA - WARTA BOGOR - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong pemerintah dan DPR RI untuk…

1 day ago

Buruan Daftar! Pendaftaran Upacara HUT RI di Istana Merdeka Resmi Dibuka, Kuota Terbatas

JAKARTA - WARTA BOGOR - Pemerintah resmi membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mengikuti Upacara…

1 day ago

Kemenkes Sesalkan Komentar Nakes pada Pasien BPJS yang Viral, Tegaskan Pentingnya Empati

JAKARTA - WARTA BOGOR - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menanggapi ramainya perbincangan di media sosial…

2 days ago

Rudy Susmanto Perkuat Komitmen Antikorupsi, Tekankan Pemerintahan Bersih dan Transparan

JABAR - WARTA BOGOR - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor…

2 days ago